
Pembesaran Patin Jambal (Pangasius djambal)
Ikan Patin jambal (Pangasius djambal) termasuk kedalam kelompok Catfish yang berukuran besar, dimana kelompok Pangasius ini terdiri dari 19 species yang tersebar mulai dari daratan India, Indocina, Burma, Malaysia dan Indonesia (Robert & Vidyahayanon, 1991).
Patin jambal adalah salah satu dari kelompok pangasius yang banyak terdapat di sungai, danau dan perairan umum lainnya di Indonesia dan banyak di jumpai di daerah Jambi, Riau dan Sumatera Selatan. Dari hasil evaluasi di lapangan menunjukan bahwa ikan ini mempunyai karakter yang menguntungkan untuk budidaya dan bisa mencapai ukuran yang lebih besar dari 20 kg bobot badan (Legendree at all, 2000) namun ketersediannya masih bergantung dari hasil tangkapan di alam.
Dengan keberhasilan Balai Budidaya Air Tawar Jambi dalam produksi massal benihnya sejak 2002, maka terbuka peluang usaha pembesarannya. Sehingga dudidaya patin jambal dapat dijadikan arternatif komoditi air tawar untuk dimasa mendatang.
PEMBESARAN DI KOLAM
Persiapan kolam
Persiapan kolam dimulai dengan pengeringan kolam selama 3 - 4 hari sampai dasar kolam retak-retak, serta pembuatan parit/ kemalir. Setelah perbaikan pematang, dan pengolahan dasar kolam dilakukan pengapuran untuk kolam-kolam yang mempunyai pH yang rendah (<6) dengan jenis kapur CaO dengan dosis 25 - 100 gr/m2. Pengapuran ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan pH juga bertujuan untuk membunuh bibit penyakit dan hama.
Untuk meningkatkan kesuburan kolam dilakukan pemupukan dengan cara menebarkan pupuk secara merata keseluruh permukaan kolam sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (atau lainnya) dengan dosis berkisar antara 250 - 500 gr/m2.
Padat Penebaran
Setelah selesai pengolahan kolam dan 3 hari setelh pengisian air maka dilakukan penebaran benih ke kolam. Padat tebar yang dianjurkan untuk Patin jambal ini adalah 5 - 10 ekor/m2, sebaiknya benih yang ditebar berukuran minimal 2 inci. Penebaran sebaiknya dilakukan di sore hari, untuk menghindari kenaikan suhu yang tinggi.
Jenis pakan dan Frekuensi Pemberian Pakan
Selain memakan pakan alami yang ada di kolam ikan patin jambal sangat respon terhadap pakan buatan (pellet) komersial. Sebaiknya pakan yang diberikan dengan kandungan protein 28 % dengan frekuwensi pemberian 2 -3 kali sehari dengan dosis 3 -5 % dari total berat biomasa yang ada.
Pengelolaan Kualitas Air
Selama masa pemeliharaan kualitas air harus selalu dimonitor terutama kandungan oksigen dan pH. Ikan patin jambal tidak tahan terhadap oksigen yang rendah dibawah 2 mg/I, pH minimal 5,5, serta suhu dibawah 27°C yang rendah dan tidak tahan terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. Untuk kolamkolam yang mempunyai sumber air yang cukup melimpah pergantian air kolam merupakan jalan yang terbaik dilakukan untuk menjaga kualitas air kolam tetap paik.
PEMBESARAN DI KARAMBA
Persiapan Wadah Pemeliharaan
Karamba yang digunakan untuk pembesaran ikan Patin jambal, bahan dan bentuk yang digunakan tidak jauh berbeda dengan karamba yang biasa digunakan untuk pembesaran ikan lainnya. Untuk karamba yang biasa dipakai di sungai 4x2x1,5 M, 5x2x1,5M
Padat Penebaran
Padat penebaran pembesaran ikan patin di karamba berkisar 50 - 80 ekor/m3. Untuk pembesaran di karamba disarankan untuk menebar benih ukuran yang lebih besar 2,5 inci agar bisa bertahan dengan kekuatan arus air di sungai.
Jenis Pakan dan Frekwensi Pemberian Pakan
Jenis pakan yang digunakan untuk pembesaran di karamba tidak jauh berbeda dengan pembesaran di kolam yaitu pakan komersial (pellet) dengan kandungan protein 28 %. Pemberian pakan dilakukan 2-3 kali sehari dengan dosis 5 - 3 % dari total berat biomas.
Pengelolaan Kualitas Air
Pengendalian kualitas air untuk pemeliharaan karamba relatif tidak dilakukan mengingat media air pemeliharaan adalah perairan umum yang sulit dikontrol dan sangat tergantung pada kondisi alam dan lingkungan.
Pengelolaan air pada pernbesaran di karamba bersifat monitoring terhadap oksigen terlarut, pH dan kecerahan, yang harus diperhatikan pada karamba adalah mengontrol karamba agar tidak tertutup oleh sampah sehingga menghambat aliran air dan bisa menurunkan suplai oksigen.
Analisa Ekonomi
1. Analisa biaya persiklus (6 bulan) di kolam 500 m2
No. Uraian Pemasukan Pengeluaran
1 Biaya Tetap
- Tenaga kerja tetap
- Penyusutan (10 tahun) .
600.000,-
100.000,-
2 Biaya Variabel
- Benih P. Jambal uk. 2,5 inchi
@ Rp. 275,- (5000 ekor)
- Pakan (pellet) 5 ton
- Obat .
1.375.000,-
17.500.000,-
100.000,-
3 Penjualan 2 ton @ Rp. 12.000,- 24.000.000,- .
4 Penerimaan 24.000.000,- .
5 Pengeluaran . 19.675.000,-
6 Keuntungan 4.325.000,- .
7 B-C Ratio 1,22 .
2. Analisa biaya persiklus (6 bulan) di karamba 4x2x2 m3
No. Uraian Pemasukan Pengeluaran
1 Biaya Tetap
- Tenaga kerja tetap
- Penyusutan (3 tahun) .
600.000,-
100.000,-
2 Biaya Variabel
- Benih P. Jambal uk. 2,5 inchi
@ Rp. 275,- (1600 ekor)
- Pakan (pellet) 1,6 ton
- Obat .
440.000,-
5.600.000,-
100.000,-
3 Penjualan 75 kg @ Rp. 12.000,- 9.000.000,- .
4 Penerimaan 9.000.000,- .
5 Pengeluaran . 6.840.000,-
6 Keuntungan 2.160.000,- .
7 B-C Ratio 1,32 .
Informasi lebih lanjut hubungi :
BALAI BUDIDAYA AIR TAWAR JAMBI
Desa Sungai Gelam Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi 36361
PO.BOX 78 JAMBI 36000 Telp. (0741) 54472 Fax. (0741) 33503
0 comments:
Post a Comment